Peran Strategis Lembaga Pengawas Pemilu dalam Menjaga Demokrasi yang Berintegritas
|
trenggalek.bawaslu.go.id- Dalam sebuah pemaparan bertajuk “Peran Lembaga Pengawasan Pemilu dan Pilkada”, Eko Sasmito menegaskan bahwa keberhasilan suatu negara tidak hanya diukur dari capaian pembangunan ekonomi, melainkan juga dari kekuatan desain kelembagaan politik yang demokratis. Menurutnya, pembangunan kelembagaan politik diwujudkan melalui mekanisme pemilihan umum (pemilu) yang adil, jujur, dan berintegritas.
Eko menjelaskan, pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil berdasarkan Pancasila serta UUD 1945. Melalui pemilu, terjadi pergantian kekuasaan secara konstitusional, pembentukan perwakilan politik baik eksekutif maupun legislatif, serta legitimasi bagi para pemimpin politik yang memperoleh mandat rakyat.
Dalam konteks demokrasi modern, lembaga pengawas pemilu seperti Bawaslu memegang peran strategis untuk menjaga integritas dan kredibilitas penyelenggaraan pemilu. “Bawaslu bukan hanya menjadi penjaga kejujuran proses demokrasi, tetapi juga menjadi penyeimbang bagi penyelenggara lainnya seperti KPU,” ujar Eko.
Ia menekankan pentingnya profesionalitas, independensi, dan integritas dalam tubuh Bawaslu. Kemandirian lembaga pengawas harus dijaga dari intervensi kekuasaan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Selain itu, SDM yang profesional, struktur organisasi yang efisien, dukungan anggaran memadai, serta pemanfaatan teknologi pengawasan modern menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pengawasan pemilu.
Lebih jauh, Eko menyoroti pentingnya pengawasan partisipatif yang melibatkan masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, media, serta relawan demokrasi. “Partisipasi masyarakat adalah roh dari pengawasan pemilu. Ketika rakyat ikut mengawasi, maka demokrasi akan tumbuh sehat dan kuat,” tegasnya.
Sebagai penutup, Eko mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi antar lembaga seperti KPU, DKPP, Gakkumdu, serta masyarakat sipil dan media. “Demokrasi tidak bisa dijaga oleh satu lembaga saja. Butuh sinergi, transparansi, dan budaya integritas agar hasil pemilu benar-benar mencerminkan kehendak rakyat,” pungkasnya
Penulis : Humas Bawaslu Trenggalek
Foto : Humas Bawaslu Trenggalek