Sosialisasi Berbasis Budaya Lokal Bawaslu Trenggalek Gelar Wayang Kulit di Pendopo Kabupaten Trenggalek
|
TRENGGALEK- Minggu, 10 November 2019 Bawaslu Kabupaten Trenggalek menggelar Gebyar Seni Budaya yang mengambil tema Bersama Bawaslu Masyarakat Sadar Budaya Pengawasan Pemilu, Dalam acara ini Bawaslu Kabuapten Trenggalek Mengundang dari jajaran Forkopimda Kabupaten Trenggalek, OPD Kabupaten Trenggalek, Camat Se- Kabupaten Trenggalek, Kepala Desa Se- Kabupaten Trengalek ,Ormas di Kabupaten Trenggalek serta Bawaslu Jawa Timur dan Bawaslu Kabupaten/Kota tetangga.
Bawaslu Trenggalek mengadakan Pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang Ki Putut Puji Agusseno dengan bintang tamu Lusi Brahman dan Gareng Semarang, degan Lakon Wiratha Parwa, Acara Gebyar Seni Budaya ini di mulai pukul 21.00 WIB seluruh undangan diarak masuk dari tempat paringgitan ke tempat acara, dalam pembukaan acara gebyar seni budaya ini berkenan memberikan sambutan yaitu dari Ketua Bawaslu Kabupaten Trenggalek, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur dan Bupati Kabupaten Trenggalek yang di wakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek.
Ketua Bawaslu Trenggalek Ahmad Rokhani dalam sambutannya menyampaikan Malam ini wujud ikhtiar kita bagaimana masyarakat sadar pemilu dengan sosialisasi partisipatif pemilu. Pemilu 2019 baru saja selesai dilaksanakan ditandai dengan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden serta pelantikan DPR, akan tetapi tugas-tugas pengawasan masih melekat kepada kita karena masyarakat masih menjadi obyek pemilih saja itu yang menjadi titik tekannya , masyarakat harusnya menjadi control untuk menciptakan demokrasi yang baik, masyarakat bisa mengawasi dan melaporkan ketika terjadi pelanggaran ke bawaslu selanjutnya bawaslu akan meninanlanjutinya. dalam Pemilu 2019 ada catatan-catatan yang mana bisa menjadi bekal untuk menyongsong pilkada 2020, ada 3 hal yang krusial yaitu Politik Uang, Politisasi Sara dan Penyebaran Hoax, dengan adanya pengawasan partisipatif ini masyarakat bersama-sama untuk pencegahan jangan sampai 3 hal itu terjadi,karena dapat memicu rusaknya demokrasi ketika demokrasi ini rusak akan menghasilkan produk-produk yang kurang berkualitas atau kurang bertintegritas oleh sebab itu bawaslu bersama-sama kabupaten dan kota di jawatimur yang dikomando Bawaslu Provisi Jawa Timur bersama-sama bagaimana menggerakkan masyrakat agar berpatisipasi aktif melakukan pengawasan pelaksanaan demokrasi ini. Tutur Ahmad Rokhani.
Bawaslu Kabupaten Trenggalek malam hari ini menggelar syukuran atas terselenggaranya pemilu 2019 yang kondusif di Trenggalek ini. Seluruh jawa timur bahkan seluruh Indonesia kita menggelar seni budaya lokal ini sebagai wujud rasa syukur kita pemilu sudah selesai,kita ingin sakit hati, cacian selama proses kontestasi kemarin itu sudah selesai. Politik ya politik jangan sampai politik ini menjadikan terpecah belah dan permusuhan. Saya ucapkan terimaksih kepada stakeholder dalam pelaksanaan pemilu semuanya ikut nyengkuyung agar pemilu ini berhasil. Bawaslu untuk akhir bulan ini kita sudah mengadakan rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan, mari dipantau di websitenya Bawaslu Trenggalek atau dipapan pengumuman sudah mulai merekrut Panitia Pengawas Kecamatan kami Bawaslu memanggil kader-kader terbaik di Trenggalek untuk ikut berpartisipasi mendaftar menjadi Panitia Pengawas Kecamatan. Satu pantun untuk penutup” Berangkat nonton wayang di trenggalek liwat pasar Tugu, Sindenya Jumlahnya Banyak dan Ayu-ayu, Bersama rakyat awasi pemilu, Bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu”. Kata Ichwanudin Anggota Bawslu Jawa Timur
Yang terakhir sambutan dari Bapak Bupati Trenggalek yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Bapak Joko Irianto, dalam sambutanya beliau mengucapakan sugeng rawuh kepada Bawaslu Jawatimur dan Bawaslu tetangga yang hadir di Kabupaten Trenggalek, dalam acara sosialisasi ini mari kita simak bersama-sama ceritanya yang nanti bisa langsung mengena di hati, bawaslu Trenggalek menggelar sosialisasi ini bertemakan Bersama Bawaslu Masyarakat Sadar Buadaya Pemilu, kita mengapresiasi kepada bawaslu dan menghimbau kepada masyarakat yang hadir untuk mencintai budaya jawa yang adiluhung dengan sungguh-sungguh denga demikian budaya di Indonesia akan tetap terjaga sampai anak cucu dan generasi penerus bangsa jadikan tontonan sebagi tuntunan wayang kulit setiap kali pertunjukkan membawa pesan-pesan mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan. Tutur Joko Irianto.
(Humas Bawaslu Trenggalek)