Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Integritas dan Jiwa BerAKHLAK, 10 PPPK Bawaslu Trenggalek Ikuti Orientasi Gelombang 3

Orientasi P3K

PPPK Bawaslu Kabupaten Trenggalek menjadi bagian dari peserta Gelombang 3, dengan pelaksanaan orientasi berlangsung pada 18–28 Agustus 2026.

trenggalek.bawaslu.go.id – Sebanyak 10 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Kabupaten Trenggalek mengikuti Orientasi PPPK Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika Instansi Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara distance learning melalui Zoom Meeting dan dipusatkan di Media Center Bawaslu Kabupaten Trenggalek. Pelaksanaan orientasi tersebut mengacu pada Surat Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Timur Nomor 44/KP.06/JI/06/2026 tentang Pemanggilan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Timur. PPPK Bawaslu Kabupaten Trenggalek menjadi bagian dari peserta Gelombang 3, dengan pelaksanaan orientasi berlangsung pada 18–28 Agustus 2026.

Orientasi PPPK merupakan program wajib yang dilaksanakan satu kali selama masa kerja PPPK. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membekali pegawai agar mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, memahami tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara, serta menerapkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan berbagai materi yang disampaikan oleh pimpinan Bawaslu Provinsi Jawa Timur, praktisi, pejabat struktural, serta narasumber dari berbagai unsur yang memiliki kompetensi sesuai dengan materi orientasi.

Dorong Kolaborasi Antarbagian

Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Yusuf, menjelaskan bahwa orientasi PPPK tidak sekadar menjadi sarana untuk memperkenalkan kelembagaan Bawaslu, nilai-nilai organisasi, dan tujuan kelembagaan. Lebih dari itu, orientasi juga menjadi ruang bagi peserta untuk memahami fungsi dan tugas berbagai divisi maupun bagian lain di lingkungan Bawaslu. Menurutnya, pemahaman lintas bidang diperlukan karena pelaksanaan tugas di Bawaslu tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi antardivisi menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh tugas kelembagaan berjalan secara efektif dan akuntabel.

“Kita bekerja itu harus berkolaborasi. Harus tahu juga apa yang dilakukan oleh divisi dan bagian-bagian lain di Bawaslu Jatim. Tujuannya kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk akuntabilitas kita,” ujar Yusuf.

Materi orientasi mencakup berbagai bidang yang berkaitan dengan tugas kelembagaan Bawaslu, mulai dari kehumasan, keuangan, penanganan pelanggaran (PP), hingga pengawasan. Dengan pemahaman tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami tugas sesuai bidang masing-masing, tetapi juga memiliki gambaran yang utuh mengenai proses kerja dan tanggung jawab kelembagaan Bawaslu.

Pimpinan Bawaslu Trenggalek Lakukan Monitoring

Pelaksanaan orientasi PPPK di Bawaslu Kabupaten Trenggalek juga mendapatkan perhatian dari jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten Trenggalek. Pimpinan melakukan pemantauan dan monitoring untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan secara sungguh-sungguh, disiplin, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Koordinator Divisi SDMO Diklat Bawaslu Kabupaten Trenggalek, Ahmad Rokhani, menegaskan bahwa orientasi memiliki arti penting, baik bagi peserta sebagai PPPK Bawaslu maupun bagi penguatan kelembagaan Bawaslu Kabupaten Trenggalek.

Menurutnya, orientasi bukan hanya kegiatan pembelajaran, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun sikap, etika, disiplin, dan budaya kerja yang sesuai dengan nilai-nilai ASN dan kelembagaan Bawaslu.

“Orientasi ini penting bagi peserta selaku PPPK Bawaslu maupun bagi kelembagaan Bawaslu Kabupaten Trenggalek. Oleh sebab itu, peserta wajib mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan selama rangkaian orientasi,” kata Ahmad Rokhani.

Ia menambahkan, peserta diwajibkan mengikuti kegiatan secara disiplin, antara lain dengan hadir tepat waktu, mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran, mengaktifkan kamera selama proses pembelajaran berlangsung, serta mematuhi ketentuan pakaian dan tata tertib pelatihan lainnya. Melalui pelaksanaan orientasi tersebut, Ahmad berharap seluruh peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih kuat mengenai tugas, fungsi, nilai, dan etika sebagai PPPK di lingkungan Bawaslu.

“Semoga dengan adanya orientasi ini akan terbentuk ASN Bawaslu Kabupaten Trenggalek yang profesional, berintegritas, dan mampu menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.

Orientasi PPPK diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu Kabupaten Trenggalek. Dengan bekal pengetahuan, integritas, disiplin, dan semangat kolaborasi, para PPPK diharapkan mampu memberikan kontribusi optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pemilu serta penguatan kelembagaan Bawaslu.

Humas Bawaslu Trenggalek