Ketua Bawaslu Trenggalek Rusman Nuryadin Hadiri Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 2 Trenggalek
|
trenggalek.bawaslu.go.id – Menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk generasi muda yang mampu berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Semangat tersebut terlihat dalam pelaksanaan Debat Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 2 Trenggalek Periode 2026/2027 di Taman Merdeka SMADA, Jumat (4/9/2026).
Ketua Bawaslu Kabupaten Trenggalek, Rusman Nuryadin, didampingi Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Trenggalek, Imam Maskur, hadir secara langsung dalam kegiatan yang mengusung tema “Menyatukan Aspirasi dalam Semangat Demokrasi Menuju SMADA yang Gemilang” tersebut.
Kehadiran Bawaslu Kabupaten Trenggalek menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong pendidikan demokrasi dan penguatan partisipasi masyarakat, khususnya di kalangan pemilih pemula. Lingkungan sekolah dinilai menjadi ruang strategis untuk mengenalkan praktik demokrasi secara langsung melalui proses pemilihan pemimpin OSIS.
Dalam debat tersebut, masing-masing pasangan calon menyampaikan visi, misi, serta gagasan di hadapan warga sekolah. Proses tersebut tidak hanya menjadi ajang adu gagasan, tetapi juga memberikan pengalaman kepada para siswa untuk belajar menyampaikan pendapat, membangun argumentasi, mendengarkan pandangan yang berbeda, serta menentukan pilihan secara rasional.
Rusman Nuryadin menilai bahwa pengalaman berdemokrasi yang diperoleh sejak sekolah dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda ketika nantinya terlibat dalam proses demokrasi di masyarakat.
“Demokrasi itu bukan hanya tentang pemilu. Demokrasi adalah bagaimana kita belajar menyampaikan aspirasi, menghargai perbedaan, menentukan pilihan secara bertanggung jawab, dan menerima setiap hasil dengan lapang dada. Hal-hal seperti ini justru perlu dibiasakan sejak berada di lingkungan sekolah,” ujar Rusman.
Menurutnya, Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS dapat menjadi laboratorium demokrasi bagi para pelajar. Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya belajar memilih pemimpin, tetapi juga memahami pentingnya integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap perbedaan pilihan.
“Hari ini adik-adik sedang belajar berdemokrasi dalam lingkup sekolah. Ke depan, mereka akan menjadi bagian dari masyarakat dan menjadi pemilih. Karena itu, pengalaman berdemokrasi yang baik sejak sekarang akan menjadi modal penting untuk membangun demokrasi yang lebih berkualitas di masa mendatang,” lanjutnya.
Rusman juga mengapresiasi pelaksanaan debat pasangan calon yang memberikan ruang bagi para kandidat untuk menyampaikan gagasan secara terbuka kepada pemilih. Menurutnya, budaya memilih berdasarkan visi, misi, dan gagasan, bukan semata-mata karena kedekatan atau popularitas, merupakan nilai penting yang perlu terus dibangun.
Bawaslu Kabupaten Trenggalek memandang keterlibatan dalam kegiatan demokrasi di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan partisipatif sejak dini. Pemilih pemula perlu dibekali pemahaman bahwa setiap suara memiliki arti dan setiap proses demokrasi membutuhkan partisipasi yang berintegritas.
Melalui momentum Pemira OSIS SMAN 2 Trenggalek, Bawaslu Kabupaten Trenggalek terus mendorong agar sekolah menjadi ruang tumbuhnya generasi muda yang cerdas berdemokrasi, kritis dalam menyikapi informasi, menghargai perbedaan, serta berani menyampaikan aspirasi secara santun dan bertanggung jawab.
Sebab, demokrasi yang berkualitas tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan kecil untuk jujur, menghargai perbedaan, mendengar aspirasi, dan bertanggung jawab atas setiap pilihan.
Humas Bawaslu Trenggalek