Bawaslu se-Jawa Timur Gelar “Selasa Berkebaya” untuk Rawat Warisan Budaya dalam Semangat Pengawasan Pemilu
|
trenggalek.bawaslu.go.id - Dalam upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai pengawasan pemilu, Bawaslu se-Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk "Selasa Berkebaya". Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu kabupaten/kota setiap hari Selasa, termasuk Bawaslu Kabupaten Trenggalek.
Ketua Bawaslu Kabupaten Trenggalek, Rusman Nuryadin, menyampaikan bahwa “Selasa Berkebaya” bukan sekadar penggunaan busana tradisional semata, namun menjadi simbol dari tekad untuk menggali dan merawat semangat pengabdian serta kearifan lokal dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.
“Dengan Selasa Berkebaya, kami ingin menghadirkan kembali spirit warisan masa lalu—nilai-nilai kesederhanaan, keteguhan, dan integritas—untuk memperkuat semangat pengawasan hari ini dan di masa depan,” ujar Rusman dalam keterangannya, Selasa (10/6).
Ia menambahkan bahwa kebaya sebagai busana tradisional perempuan Indonesia merupakan representasi dari keteladanan, kelembutan, sekaligus kekuatan perempuan dalam sejarah perjuangan bangsa. Hal ini selaras dengan peran pengawas pemilu yang dituntut memiliki sikap jujur, tangguh, dan penuh dedikasi.
Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh jajaran Bawaslu untuk terus menjunjung nilai-nilai etika, budaya, dan profesionalisme dalam menjalankan amanah sebagai lembaga pengawal demokrasi. Tidak hanya perempuan, para pegawai laki-laki juga mendukung program ini dengan mengenakan pakaian tradisional khas daerah masing-masing.
“Selasa Berkebaya menjadi cara kami menjaga identitas sekaligus mengakar pada nilai-nilai lokal dalam setiap langkah pengawasan yang kami lakukan,” tegas Rusman.
Dengan inisiatif ini, Bawaslu se-Jawa Timur berharap dapat membangun budaya kerja yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga berakar pada nilai-nilai luhur bangsa. Inovasi bernuansa budaya ini diharapkan mampu menginspirasi lembaga pengawas pemilu di daerah lain dalam memperkuat integritas dan karakter kelembagaan.
Penulis: Ryn